KONFIRMASI PEMBAYARAN DISINI!

Torch — altitude sickness

Blog Menu

AYO KENALI GEJALA ACUTE MOUNTAIN SICKNESS (AMS) SEBELUM HIKING!

Pernahkan Sob merasa pusing tak tertahankan saat sedang mendaki gunung?

Jika iya, bisa jadi itu merupakan gejala ACUTE MOUNTAIN SICKNESS (AMS). Penyakit yang disebut juga altitude sickness ini dapat dialami oleh para pendaki, pemanjat tebing, pemain ski atau para traveler yang sedang berada di ketinggian ekstrem, biasanya diatas 8.000 kaki atau 2.400 mdpl. AMS disebabkan karena berkurangnya tekanan udara dan kadar oksigen yang rendah ketika berada pada ketinggian tertentu. Semakin cepat Sob mendaki, semakin besar pula kemungkinan terkena AMS. Selain itu, orang-orang yang tinggal di daerah perairan (laut) memiliki resiko lebih besar mengalami AMS.

[caption id="attachment_4537" align="aligncenter" width="650"]Level Oksigen di Berbagai Dataran Tinggi Pegunungan (by: tibetsongtsantravel.com) Level Oksigen di Berbagai Dataran Tinggi Pegunungan (sumber: tibetsongtsantravel.com)[/caption] GEJALA AMS

Gejala AMS yang mungkin Sob rasakan juga bergantung pada kecepatan pendakian dan seberapa keras Sob memaksakan diri, mulai dari gejala ringan hingga yang dapat mengancam nyawa. AMS dapat mempengaruhi sistem saraf, paru-paru, otot hingga jantung. Berikut ini merupakan gejala ringan AMS:

• Sulit tidur • Pusing tak tertahankan • Kelelahan • Hilang nafsu makan • Muntah-muntah • Peningkatan detak jantung • Nafas pendek atau terengah-engah Sedangkan untuk gejala yang lebih parah dapat diketahui jika Sob merasakan hal-hal berikut: • Warna kulit menjadi kebiruan • Sulit bernafas • Merasa bingung atau kacau • Batuk-batuk • Batuk darah • Penurunan kesadaran • Pucat • Tak dapat berjalan lurus • Nafas tersengal ketika tidur PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN

Jika Sob mengalami gejala awal AMS ketika sedang hiking atau trekking, hal yang sebaiknya dilakukan ialah tak melanjutkan pendakian dan segera turun ke tempat yang lebih rendah secepat dan seaman mungkin. Solusi darurat lain ialah gunakan tabung oksigen ketika Sob sulit bernafas (persiapkan sebelumnya).

Selain tabung oksigen, Acetazolamide (Diamox) berbentuk tablet dapat dikonsumsi untuk mengatasi kesulitan bernafas. Efek samping dari mengonsumsi Diamox adalah peningkatan frekuensi buang air kecil (kencing). Maka dari itu, disarankan untuk banyak minum air putih dan hindari minuman beralkohol ketika mengonsumsi Diamox. Menurut pakar kesehatan, Diamox juga bisa dikonsumsi sebelum mencapai ketinggian ekstrem sebagai antisipasi AMS. Alternatif lain selain Diamox, Sob dapat mengonsumsi daun coca (bahan dasar kokain) sebelum melakukan hiking ke dataran tinggi, tetapi sayang di Indonesia daun tersebut illegal sehingga sulit didapatkan.

[gallery size="large" ids="4539,4540,4541"]

AMS harus segera ditangani agar tak berlanjut ke tahap yang berbahaya bahkan mematikan. Jika dibiarkan atau bahkan dipaksakan, para penderita AMS dapat mengalami komplikasi seperti paru-paru basah (pulmonary edema), pembengkakan otak (cerebral edema) yang dapat menyebabkan serangan jantung, gangguan mental hingga kerusakan saraf permanen, dan koma.

Segeralah menghubungi petugas medis terdekat ketika Sob sudah berada di posko aman (terdapat sinyal handphone) jika mengalami sesak nafas berat, penurunan kesadaran/kewaspadaan dan batuk darah agar tak berkembang menjadi komplikasi berbahaya.

Untuk mencegah AMS, Sob dapat melakukan hal-hal berikut ini:

• Lakukan pendakian secara bertahap (tak memaksakan diri) • Berhenti satu atau dua hari setiap mencapai pendakian 2.000 kaki (600 mdpl) • Tidur pada ketinggian yang lebih rendah jika memungkinkan • Pelajari gejala-gejala awal mountain sickness

Jika Sob berencana traveling atau hiking ke tempat dengan ketinggian lebih dari 9.840 kaki (3.000 mdpl), persiapkan tabung oksigen secukupnya untuk persediaan beberapa hari. Periksakan juga kesehatan Sob ke dokter sebelumnya dan minta resep obat acetazolamide (Diamox) untuk perbekalan selama melakukan pendakian. Obat ini dapat membantu tubuh Sob menyesuaikan diri dengan ketinggian ekstrim lebih cepat dan mengurangi gejala minor AMS. Sebaiknya konsumsi Diamox sehari sebelum pendakian dan 1-2 hari ketika sedang melakukan pendakian. Apabila Sob memiliki penyakit darah rendah atau anemia, mintalah resep dokter untuk obat atau suplemen yang mengandung zat besi karena seseorang dengan penyakit anemia (kurang darah) lebih beresiko terkena mountain sickness. Ini diakibatkan oleh kurangnya suplai oksigen di dalam darah.

Agar terhindar dari AMS, sebaiknya Sob memperhatikan 4 hal dibawah ini ketika melakukan pendakian:

• Sediakan serta minum air putih yang cukup • Hindari konsumsi minuman beralkohol • Makan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi untuk menambah tenaga • Hindari tempat dengan ketinggian ekstrem jika Sob memiliki riwayat penyakit jantung

Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan? :)
#Web Source: www.nlm.nih.gov/medlineplus
Written by: @hanie_20(ig)