KONFIRMASI PEMBAYARAN DISINI!

Torch — Casu Marzu (Italia)

Blog Menu

10 KULINER ‘MENJIJIKAN’ KHAS MANCANEGARA

Traveling ke berbagai tempat di berbagai negara memang mengasyikan Sob… Kita bisa mendapat banyak ilmu, teman serta pengalaman baru. Namun terkadang beberapa hal seperti kebiasaan dan adat istiadat tertentu bisa bikin kita kurang nyaman, salah satu contohnya ialah soal kuliner. Di negara-negara tertentu, banyak jenis kuliner ‘tidak biasa’ dan bahkan menjijikan. Berikut 10 kuliner mancanegara yang dianggap ‘menjijikan’ untuk di konsumsi oleh masyarakat awam.

1. Sup Janin (Cina)

[caption id="attachment_3177" align="aligncenter" width="460"]janin Janin[/caption]

Dari namanya saja langsung bikin kita mengernyitkan dahi ya Sob? :S

Sup kontroversial asal Cina ini memiliki ‘bahan baku’ janin manusia berusia 6 hingga 8 bulan. Konon, sup janin berkhasiat untuk menambah vitalitas seksual dan juga ‘obat’ awet muda. Menurut berbagai sumber, sup janin ini dibandrol hingga Rp 40 juta tergantung persedian ‘bahan baku’. Makin tua umur janin maka harganya akan semakin mahal. Namun perlu Sob ketahui, hanya restaurant-restaurant tertentu yang menjualnya dengan kode ‘baikut’. Selain baikut, mereka juga menyediakan sup plasenta yang dipercaya sebagai ‘obat’ awet muda.

2. Balut (Filipina, Kamboja, Vietnam)

[caption id="attachment_3179" align="aligncenter" width="594"]Balut Balut[/caption]

Makan telur rebus sih udah biasa ya Sob… yang ‘luar biasa’ itu makan telur rebus sekalian dengan ‘isian’ embrio unggas. Makanan khas yang bisa Sob temukan di Filipina, Kamboja dan Vetnam ini disebut balut. Sama seperti sup janin, balut berkhasiat sebagai afrosidiak (penambah vitalitas seksual) serta mengandung protein yang tinggi. Balut yang terbuat dari telur ayam atau itik ini bisa Sob temui di berbagai lapak pedagang kaki lima pada malam hari.

3. Black Pudding (Inggris)

[caption id="attachment_3178" align="aligncenter" width="649"]Black Pudding Black Pudding[/caption]

Sekilas dari namanya, mungkin Sob berpikir bahwa black pudding adalah puding manis nan kenyal yang biasa Sob santap untuk buka puasa. Tapiiii jangan salah Sob! Black pudding ini ternyata sosis khas Inggris, terbuat dari darah babi yang didinginkan hingga beku dan menyerupai sosis. Di negara asalnya, black pudding biasa dimasak dengan cara direbus, dipanggang, dibakar atau bisa juga dimakan langsung (karena sudah melalui proses pematangan sebelumnya).

4. Tikus Panggang (Indonesia)

[caption id="attachment_3174" align="aligncenter" width="498"]Tikus Panggang Tikus Panggang[/caption]

Mendengar kata ‘tikus’ tentunya yang terbesit ialah hama menjijikan yang biasa kita temui di selokan hingga rumah. Tapi apa jadinya jika hewan menjijikan satu ini dikonsumsi sebagai makanan? Inilah yang ditemui di Sulawesi Utara atau tepatnya di Minahasa. Tikus panggang khas Minahasa konon memiliki rasa gurih dan lezat yang tak jauh beda dari daging ayam. Tapi tenang Sob, tikus panggang ini bukanlah tikus bau yang biasa kita temukan di selokan ataupun rumah… melainkan tikus hutan yang dianggap ‘masih’ higienis karena belum terkontaminasi sampah-sampah rumah tangga.

5. Baby Mice Wine (Cina, Korea)

[caption id="attachment_3173" align="aligncenter" width="550"]Baby Mouse Wine Baby Mouse Wine[/caption]

Kalau biasanya minuman wine terbuat dari fermentasi anggur, Cina dan Korea memiliki wine khas yang terbuat dari fermentasi anak tikus… Ya, anak tikus Sob! Konon katanya, rasa wine ini seperti bensin mentah dan biasa diminum sehabis makan ikan-karbon-soda. Walaupun rasanya tidak enak dan bisa bikin muntah jika tidak terbiasa meminumnya, wine khas Cina dan Korea ini berkhasiat sebagai ‘tonik kesehatan’.

6. Tien Kahn (Vietnam)

[caption id="attachment_3172" align="aligncenter" width="548"]Tien Kahn Tien Kahn[/caption]

Berbahan baku hampir sama dengan Black Pudding asal Inggris, Tien Kahn asal Vietnam terbuat dari darah bebek segar yang biasa dimakan saat dingin dan saat darah dalam keadaan mengental. Di Indonesia sendiri terdapat makanan yang mirip dengan Black Pudding dan Tie Kahn, yaitu Marus. Marus terbuat dari darah sapi segar yang ditampung dan dibiarkan hingga mengeras lalu dipotong-potong berbentuk persegi panjang.

7. Casu Marzu (Italia)

[caption id="attachment_3171" align="aligncenter" width="591"]Casu Marzu Casu Marzu[/caption]

Makanan khas asal Italia ini bisa disebut BKB, ‘Bukan Keju Biasa’ hehehe... Kenapa gak biasa? Jawabannya ialah karena keju ini terbuat dari susu kambing yang dengan sengaja ‘ditumbuhi’ larva lalat keju (Piophila casei). Baunya yang menyengat serta rasanya yang kuat hingga bisa ‘membakar lidah’ membuat keju satu ini dilarang dikonsumsi di negara-negara Uni Eropa karena dapat membahayakan kesehatan. Konon, satu potong casu marzu dapat dipenuhi dengan ribuan belatung hidup (yaiiiks!).

8. Escamoles (Meksiko)

[caption id="attachment_3176" align="aligncenter" width="502"]Escamoles Escamoles[/caption]

Sekilas… escamole, makanan asal Meksiko ini terlihat seperti kacang-kacangan. Tapi tahukah Sob terbuat dari apakah escamole??? Makanan ini terbuat dari telur semut hitam yang dimasak dengan berbagai rempah-rempah dan memiliki cita rasa gurih, agak pedas serta bertekstur lembut seperti keju.

9. Serangga Goreng (Thailand)

[caption id="attachment_3170" align="aligncenter" width="508"]Serangga Goreng Serangga Goreng[/caption]

Sob… selain ‘shemale’, Thailand juga terkenal dengan penganan atau snack unik yang satu ini. Yap! Apalagi kalau bukan serangga goreng. Segala jenis serangga mulai dari belalang hingga kecoa dapat Sob temui dan cicipi disini. Rasanya yang gurih serta ‘kriuuuk’ hampir mirip dengan udang. Bedanya ialah ketika dikunyah akan keluar cairan yang hmmm… susah diungkapkan dengan kata-kata. Penasaran Sob? Coba sendiri ya :P

10. Bola Mata Ikan Tuna (Jepang) [caption id="attachment_3175" align="aligncenter" width="634"]Bola Mata Ikan Tuna Bola Mata Ikan Tuna[/caption]

Jepang memang terkenal dengan kuliner lautnya yang dihidangkan fresh (mentah) seperti sushi dan sashimi. Tapi tahukah Sob bahwa masyarakat Jepang juga suka mengonsumsi bola mata ikan tuna mentah? Rasanya yang lembut dan kenyal seperti cumi-cumi serta kandungan lemak yang baik untuk kesehatan, menjadikan makanan ini cukup diminati oleh masyarakat Jepang. Sayangnya, mata ikan tuna mentah ini harganya cukup mahal dan hanya disediakan di restaurant-restaurant Jepang papan atas.


#Sumber gambar dan bahan tulisan berasal dari beberapa blog dan website
Written by: @hanie_20 (ig)