KONFIRMASI PEMBAYARAN DISINI!

Torch — goa pindul

Blog Menu

Jogja, I'm in Love! (Part 2)

Bagi Sob yang belum baca part 1, silahkan klik disini :)

Setelah malam hari puas menyelusuri jalanan Malioboro, keesokan harinya saya dan Thia berpetualang ke daerah wisata kabupaten Gunung Kidul. Untuk menuju kesana, kami memutuskan untuk menyewa mobil dan driver lokal untuk menghindari kemungkinan nyasar hehe… Spot pertama yang kami datangi adalah Desa Wisata Bejiharjo. Disana Sob bisa memilih paket wisata alam yang terdiri dari cave tubing Goa Pindul, Susur Sungai Oyo dan Susur Goa Gelatik. Diantara 3 paket wisata itu, kami hanya memilih 2 paket wisata yaitu cave tubing Goa Pindul dengan tiket masuk 35ribu dan susur Sungai Oyo dengan tiket masuk sebesar 45ribu.

Selama cave tubing, kami ditemani oleh seorang guide kocak yang merasa dirinya mirip Afghan bernama Wahyudi. Mas Afghan KW ini cerita kalau banyak artis dan acara TV yang pernah syuting di Goa Pindul. Suasana alam sekitar Goa yang bersih dan asri memang juara banget Sob, gak heran banyak artis dan wisatawan yang berkunjung kesana. Selain itu, cave tubing Goa Pindul juga unik karena kita akan dibawa menyusuri sungai alami bawah tanah yang super duper eksotis.

Setelah beres dengan cave tubing, kami lanjut menyusuri Sungai Oyo. Berbeda dengan cave tubing Goa Pindul yang dapat ditempuh dengan jalan kaki, untuk menuju Sungai Oyo kita diangkut dengan 'truk sapi' karena jaraknya lumayan jauh. Trek yang masih berbatu, membuat perjalanan menjadi seru seperti off-road. Sesampainya disana, kami masih harus trekking lagi untuk menuju Sungai Oyo. Sekedar tips, jika Sob mau kesana sebaiknya pakai sandal yang nyaman karena trek berupa bebatuan sungai yang licin. Sob juga bisa meminjam sepatu sandal khusus yang disediakan oleh pengelola wisata.

Sesampainya di Sungai Oyo, saya mendadak speechless saking indahnya Sob…. Air bersih dan jernih berwarna hijau tosca yang dikelilingi tebing batu kapur membuat pemandangan sungai menjadi sangat indah dan eksotis. Saya merasa seperti sedang berada di Sungai Amazon…hehe :D

Sama seperti cave tubing, untuk menyusuri Sungai Oyo kami menggunakan ban khusus atau yang biasa disebut tubby dan ditemani oleh seorang guide yang bertugas menarik tubby kami serta menjelaskan wisata Sungai Oyo. Si mas guide (saya lupa namanya) bilang kalau banyak juga turis asing yang berwisata kesana. Benar saja, saya melihat satu geng bule kece yang sama-sama sedang melakukan susur sungai. Mereka keliatan sangat excited hingga mencoba ‘loncat indah’ dari atas tebing sungai. Sebenarnya saya juga mau sih, tapi khawatir kerudung saya terbang lepas saat loncat (*alesan padahal mah takut aja…hhaha).

Puas berpetualang di Desa Wisata Bejiharjo, kami melanjutkan perjalanan ke daerah pantai sekitar Gunung Kidul, yaitu Pantai Indrayanti dan Pok Tunggal. Untuk masuk ke kawasan pantai tersebut, terdapat tiket retribusi sebesar 10 ribu/pantai. Kedua pantai ini memiliki view laut keren dikelilingi pasir putih. Perbedaannya ialah Pantai Indrayanti punya gugusan batu karang besar yang cocok banget untuk berfoto ria, yeaaah!

Sore harinya, sembari menunggu sunset, kami menuju Pantai Pok Tunggal yang tak jauh dari Indrayanti. Suasananya lebih sepi dari pantai pertama...sangat perfect buat menikmati sang surya tenggelam. Karena sepi, saya pun puas berguling-guling ria diatas pasir putih yang bersih. Well, berguling ria sudah menjadi kebiasaan saya setiap ada di pantai. Kalau kata Syahrini sih “I feel free!” :P

Selesai bermain-main dan menyelusuri pantai, kami pun pulang ke kosan yang berada di daerah Kaliurang. Perjalanan pulang lebih lama sejam dibanding perjelanan pergi yang hanya menghabiskan waktu kurang dari 1.5 jam karena macet. Sesampainya di kosan, kami pun segera bersih-bersih dan istirahat karena keesokan harinya kami akan lanjut kultural trip ke daerah Keraton dan Taman sari.

Simak perjalanan saya keliling Keraton Jogja di I’m in Love (Part 3)! ;)

Written and Documented by: @hanie_20(ig)
Sponsored by: TORCH