KONFIRMASI PEMBAYARAN DISINI!

Torch — indonesia

Blog Menu

6 Tradisi Unik Memperingati Idul Adha di Indonesia

Sobatorch pernah dengar ga apa itu Sadari Mangalomang? Sadari Mangalomang merupakan salah satu dari enam tradisi unik masyarakat Indonesia memperingati Hari Raya Idul Adha di wilayah-wilayah yang berbeda di Indonesia. Langsung aja kita simak 6 tradisi unik tersebut di bawah ini!

accera kalompoang
  1. Accera Kalompoang, Gowa

Accera Kalompoang merupakan upacara adat membersihkan benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa yang tersimpan di Museum Balla Lompoa. Inti dari upacara adat ini biasa disebut Allangiri Kalompoang, yaitu upacara pembersihan dan penimbangan Salokoa (Mahkota) yang dibuat di abad ke-14.  Upacara adat ini disaksikan oleh para keturunan Raja-raja Gowa dan masyarakat umum dengan syarat mesti menggunakan pakaian adat Makasar selama acara berlangsung. Upacara adat Accera Kalompoang ini rutin diselenggarakan satu tahun sekali setelah perayaan solat Idul Adha.

grebegan
  1. Grebegan, Jogjakarta

Gerebegan merupakan upacara kerajaan yang diselenggarakan oleh Kesultanan Jogjakarta untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, Hari raya Idul Fitri dan Hari raya Idul Adha. Dalam bahasa Jawa Garebeg atau Gerbeg bermaksa suara angin yang menderu, dan hanggerebeg mengandung makna mengiring Raja. Upacara Grebegan ini menyimpan nilai sejarah tentang perkembangan kerajaan-kerajaan Jawa Islam.

kaul abda'u
  1. Kaul dan Abda’u, Ambon

Kaul dan Abda’u merupakan tradisi adat masyarakat Negeri Tulehu yang dilaksanakan setelah solat Idul Adha. Prosesi acara adatnya terhitung unik, yaitu sebelum disembelih 3 ekor kambing digendong dengan kain oleh pemuka adat dan agama untuk diarak keliling desa diiringi alunan dzikir dan salawat menuju pelataran Masjid Negeri Tulehu. Kaul dan Abda’u merupakan bentuk refleksi sejarah yang terinspirasi dari sikap pemuda Anshar menyambut Hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah.

Daulmusik1

  1. Musik Daul, Sampang

Musik Daul menjadi kegiatan tahunan menjelang Idul Adha sebagai sarana mengakrabkan diri antar warga di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Sampang. Musik Daul sendiri merupakan perpaduan musik tradisional, salah satunya Gendang Tong-Tong dan Kaleningan. Kegiatan Musik Daul ini mengambil tempat di sepanjang jalan raya setempat.

mangalomang1

  1. Sadari Mangalomang, Tapanuli Selatan

Tradisi Sadari Mangalomang merupakan tradisi warga di wilayah Tapanuli Selatan menyambut datangnya Hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Tradisi di mana warga sekitar membuat lemang ini sudah mereka lakukan turun temurun. Untuk memasak lemang setiap keluarga dibantu keluarga lainnya, sebab nanti pun mereka akan menyantap lemang secara bersama-sama.

Toron1

  1. Toron, Madura

Toron yang bermakna turun atau datang untuk beristirahat merupakan tradisi dimana seseorang yang merantau dari pulau Madura pulang ke rumah mereka di Pulau Madura. Masyarakat Madura bahkan lebih banyak pulang ke tanah mereka di Hari Raya Idul Adha, terbalik dari tradisi mudik kebanyakan masyarakat Indonesia yang mengambil waktu pada Hari Raya Idul Adha.

MERDEKA!!! INILAH 7 TRADISI DAERAH UNIK UNTUK MEMERIAHKAN HARI KEMERDEKAAN INDONESIA

Selain lomba-lomba yang biasa diadakan, beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi unik untuk merayakan hari kemerdekaan 17 Agustus. Berikut ini 7 tradisi dan perlombaan unik yang diadakan oleh berbagai daerah di Indonesia...

1. Tradisi Barikan, Malang [caption id="attachment_3737" align="aligncenter" width="700"]Tradisi Barikan, Malang Tradisi Barikan, Malang[/caption]

Warga Malang punya tradisi unik pada malam menjelang hari kemerdekaan yang disebut dengan barikan. Barikan ialah acara ‘tumpengan’ atau makan bersama dengan duduk lesehan menghadap tumpeng yang berisi nasi kuning beserta aneka lauk pauk lainnya sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan atas nikmat yang telah diberikan. Sebelum memulai barikan, terdapat beberapa sambutan dari berbagai pihak yang berisi pesan-pesan moral tentang kemerdekaan dan perjuangan para pahlawan.

2. Pacu Kude, Aceh [caption id="attachment_3739" align="aligncenter" width="550"]Pacu Kude, Aceh Pacu Kude, Aceh[/caption]

Untuk memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia, masyarakat Aceh menggelar tradisi balap kuda atau Pacu Kude. Dalam balapan ini, para peserta atau joki yang dibolehkan ikut ialah  laki-laki berusia 12-20 tahun. Yang menjadikannya tambah seru dan unik, para joki tidak ada yang menunggangi kuda dengan pelana alias langsung diatas punggung kudanya. Setiap kali Pacu Kude diadakan, ratusan penonton ramai-ramai berdesakan untuk menonton serta memberikan semangat.

3. Lari Obor Estafet, Semarang [caption id="attachment_3736" align="aligncenter" width="700"]Lari Obor Estafet, Semarang Lari Obor Estafet, Semarang[/caption]

Daripada lari dari kenyataan, lebih baik Sob ikut lari obor estafet yang diadakan di Semarang, tepatnya di Kelurahan Papandayan, Kecamatan Gajahmungkur. Tradisi yang sudah diadakan selama 32 tahun ini menyimbolkan semangat perjuangan para pahlawan untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Jika Sob ingin menyaksikan keseruan lari obor estafet, Sob bisa datang ke Semarang pada tanggal 17 Agustus, tepatnya  jam 8 malam.

 4. Lomba Dayung, Banjarmasin [caption id="attachment_3740" align="aligncenter" width="810"]Lomba Dayung, Banjarmasin Lomba Dayung, Banjarmasin[/caption]

Lomba dayung merupakan salah satu kegiatan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk merayakan hari kemerdekaan. Lomba yang diikuti oleh ratusan peserta dari seantero Kalimantan Selatan ini diadakan di Sungai Martapura dengan jarak dayung 500 meter. Setiap tim dalam satu perahu terdiri dari 10 orang. Mereka memperebutkan piala bergilir dari gubernur dan juga hadiah uang tunai.

5. Pertunjukan Seni, Sukabumi [caption id="attachment_3735" align="aligncenter" width="600"]Pertunjukan Seni, Sukabumi Pertunjukan Seni, Sukabumi[/caption]

Sebelum memulai berbagai macam perlombaan atau setelah selesai upacara bendera, masyarakat Sukabumi mengadakan pertunjukan kesenian khas Sukabumi yang mengandung unsur komedi dengan tema-tema unik berbeda tiap tahunnya.

6. Festival Telok Abang, Palembang [caption id="attachment_3738" align="aligncenter" width="660"]Festival Telok Abang, Sukabumi Festival Telok Abang, Sukabumi[/caption]

Jangan baper dulu Sob, festival ini bukan festival ‘tolak abang’ tapi telok abang hehehe…. (krik)

Festival yang diadakan untuk memeriahkan hari kemerdekaan ini terdiri dari arak-arakan telur bercat merah yang ditancapkan di mobil-mobilan, perahu dan pesawat terbang yang terbuat dari gabus atau kayu. Selain diadakan saat 17 Agustus, telok abang juga diadakan ketika perayaan cap go meh.

7. Lomba Sampan Layar, Batam [caption id="attachment_3734" align="aligncenter" width="677"]Lomba Sampan Layar, Batam Lomba Sampan Layar, Batam[/caption]

Lomba yang sudah ada sejak tahun 1959 ini diadakan oleh masyarakat Batam untuk memeriahkan peringatan hari ulangtahun kemerdekaan. Setiap kali lomba sampan layar diadakan, ribuan masyarakat akan datang memadati daerah tepi laut hingga pelataran pelabuhan di daerah Belakang Padang untuk  menyaksikan dan mendukung para peserta lomba.

Selain 7 tradisi diatas, tradisi unik apa yang ada di daerah Sob? :)

#Sumber gambar berasal dari beberapa web dan blog.
Written by: @hanie_20(ig)
 

6 Tradisi Daerah Unik Menjelang Idul Fitri

Hari raya Idul Fitri merupakan momen spesial bagi umat Islam di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Berbagai tradisi pun dilakukan untuk memeriahkan hari raya. Berikut merupakan 6 tradisi unik berbagai daerah di Indonesia.

1. Perang Malam Suci (Aceh)

Perang Malam Suci, Aceh
Perang Malam Suci, Aceh

Di Aceh, tepatnya  di Gampong Meunasah Pupu, Kabupaten Pidie Jaya- para anak muda sibuk menyiapkan ‘amunisi perang’ untuk menyambut hari raya Idul Fitri. Mereka mengumpulkan tong atau drum bekas, karbit serta air yang kemudian disulutkan api dari ujung kayu ke lubang kecil dibelakang drum. Dan boooom! Ledakan keras pun menggelegar memeriahkan malam Idul Fitri, bersahutan dibalas oleh anak muda lainnya di kampung sebelah sehingga membuat malam semakin semarak.  Mereka melakukan tradisi ini di persawahan yang jaraknya cukup jauh dari perumahan warga agar tidak mengganggu karena suaranya cukup bising.

2. Bakar Gunung Api (Bengkulu)

Bakar Gunung Api (Bengkulu)
Bakar Gunung Api, Bengkulu

Suku Serawai di Bengkulu punya tradisi unik pada malam takbiran menjelang hari raya yang disebut Bakar Gunung Api. Eits, bukan berarti mereka ramai-ramai membakar gunung berapi ya Sob. Yang dimaksud dengan Bakar Gunung Api ialah membakar gunungan tinggi batok kelapa yang disusun seperti tusuk sate.  Tradisi ini sudah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan dan juga doa kepada arwah keluarga.

3. Grebeg Syawal (Yogyakarta)

Grebeg syawal (yogyakarta)
Grebeg syawal, Yogyakarta

Tradisi yang dilaksanakan setiap tanggal 1 syawal ini merupakan perwujudan sedekah dari keraton (sultan) kepada masyarakat Yogyakarta. Keraton menyiapkan beberapa Gunungan Lanang (Kakung) yang berisi berbagai aneka sayur-mayur seperti cabai, kacang panjang dan hasil bumi lainnya yang selanjutnya diarak prajurit keraton dan digerebeg atau diperebutkan oleh masyarakat Yogyakarta. Konon, tradisi unik ini dipercaya dapat membawa keberkahan serta ketentraman.

4. Perang Topat (Lombok)

Perang Topat (lombok)
Perang Topat, Lombok

Seminggu setelah Idul Fitri, Suku Sasak di Lombok punya tradisi unik saling melempar ketupat yang disebut Perang Topat. Tradisi unik yang diadakan di Pura Lingsar ini merupakan simbol perdamaian antara umat Muslim dan Hindu di Lombok. Dengan melakukan Perang Topat, mereka percaya bahwa doa mereka saat hari raya Idul Fitri akan dikabulkan.

5. Bakar Ilo Sanggari (NTB)

Bakar ilo sanggari (NTB)
Bakar ilo sanggari, NTB

Masyarakat Dompu, NTB memiliki tradisi unik di malam hari sebelum hari raya Idul Fitri yang disebut Bakar Ilo Sanggari. Dengan membakar ilo sanggari atau lentera dan memasangnya di sekeliling rumah, mereka percaya malaikat dan roh leluhur akan datang dan memberikan berkah pada keesokan harinya di saat hari raya. Namun seiring perkembangan jaman, tradisi unik ini sudah jarang dilakukan karena tidak banyak lagi masyarakat yang menggunakan lentera.

6. Harus Makan! (Papua)

Tradisi Idul Fitri, Papua
Tradisi Idul Fitri, Papua

Kalau Sob berkunjung ke rumah teman atau kerabat di Papua saat Idul Fitri, pastikan untuk mengosongkan perut yaa… Karena setiap Sob mengunjungi rumah mereka, ‘wajib’ hukumnya untuk ikut menyantap hidangan yang disediakan oleh tuan rumah. Jika tidak, maka sob akan dianggap tidak sopan.

Bagaimana dengan tradisi hari raya Idul Fitri di daerah Sob? Jika ada tradisi unik lainnya di daerah Sob, silahkan share di kolom komen ya :)

#Sumber gambar dan bahan tulisan berasal dari beberapa blog dan website
Written by: @hanie_20

Masjid dengan Arsitektur Unik di Asia (Part 2)

Banyak Masjid yang ditemui oleh Icak sepanjang perjalanannya keliling 11 negara di Asia selama 181 hari. Berikut ini adalah beberapa masjid serta latar belakang arsitekturnya.

Written by: Icak Darmastyo (ig: @darmastyo)
Edited by: @hanie_20
Read previous article,
Masjid dengan Arsitektur Unik di Asia (Part 1)