Kalo Kamu Nonton Ini di TV, Kamu Harusnya Bukan Anak-Anak Lagi

Sebelum ada Netflix, YouTube, atau streaming platform yang bisa dipakai buat nonton anime kapan aja, televisi adalah tempat utama buat cari tontonan.

Dulu, Minggu pagi punya rutinitasnya sendiri. Bangun pagi, nyalain TV, lalu duduk nunggu kartun favorit tayang. Ada juga yang sampai hafal jadwalnya supaya nggak ketinggalan episode terbaru. 

Kalau beberapa anime di bawah ini pernah jadi tontonan kamu, kemungkinan besar masa kecil kamu memang ditemani televisi dan antena yang kadang harus digeser dulu biar gambarnya jernih.

Ini dia lima anime yang paling lekat dengan nostalgia generasi penonton Indonesia era 90-an sampai awal 2000-an.

 

1. Dragon Ball

Kalau ngomongin anime yang populer di televisi Indonesia pada era 90-an, rasanya kurang lengkap kalau nggak menyebut Dragon Ball.

Anime karya Akira Toriyama ini mengikuti perjalanan Son Goku dari seorang anak kecil yang polos sampai menjadi petarung dengan kekuatan luar biasa. Perjalanannya pun nggak pernah benar-benar sepi dari pertarungan, turnamen, dan musuh yang semakin kuat.

Dragon Ball dikenal luas oleh penonton Indonesia melalui tayangan televisi, salah satunya Indosiar. Karakter seperti Goku, Vegeta, Piccolo, dan Krillin kemudian menjadi nama yang rasanya hampir semua anak pada masa itu pernah dengar.

Dulu, mungkin yang paling ditunggu cuma adegan Goku berubah menjadi Super Saiyan atau mengeluarkan Kamehameha. Sekarang kalau dipikir-pikir, kita bisa menghabiskan waktu berjam-jam cuma buat nonton orang bertarung di layar TV.

 

2. Sailor Moon

Kalau Dragon Ball identik dengan pertarungan, Sailor Moon punya daya tariknya sendiri.

Serial ini mengikuti Usagi Tsukino yang mendapatkan kekuatan sebagai Sailor Moon dan kemudian bertarung bersama para Sailor Guardians untuk melindungi Bumi.

Sailor Moon sudah hadir di televisi Indonesia sejak era 1990-an dan menjadi salah satu anime yang cukup dikenal luas pada masa itu. Tayangan ini juga memperkenalkan karakter-karakter seperti Sailor Mercury, Sailor Mars, Sailor Jupiter, dan Sailor Venus kepada penonton Indonesia.

Buat generasi sekarang, konsep gadis sekolah yang berubah menjadi pahlawan mungkin terasa biasa. Namun, pada zamannya, transformasi Sailor Moon, kostum, dan pose sebelum bertarung adalah sesuatu yang ikonik banget.

 

3. Doraemon

Kalau ada anime yang rasanya nggak pernah benar-benar hilang dari kehidupan penonton Indonesia, jawabannya mungkin Doraemon.

Kisah robot kucing biru dari abad ke-22 yang datang untuk membantu Nobita sudah menjadi bagian dari budaya populer Indonesia selama puluhan tahun.

Doraemon pertama kali hadir di televisi Indonesia pada era 1990-an dan terus mendapatkan tempat di hati penonton sampai sekarang.

Dulu, kita mungkin cuma iri melihat berbagai alat ajaib dari kantong Doraemon. Pintu ke mana saja, baling-baling bambu, sampai mesin waktu terasa seperti barang yang paling kita butuhkan untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Dan jujur saja, pasti kalian pernah membayangkan punya kantong ajaib seperti Doraemon, betul kan?

 

4. Detective Conan

Memasuki awal 2000-an, ada satu anime yang sukses membuat anak-anak ikut merasa seperti detektif: Detective Conan.

Cerita ini mengikuti Shinichi Kudo, seorang detektif SMA yang tubuhnya mengecil setelah dipaksa meminum obat oleh anggota organisasi misterius. Dengan identitas Conan Edogawa, ia tetap memecahkan berbagai kasus sambil mencari cara untuk kembali ke tubuh aslinya.

Di Indonesia, Detective Conan mulai tayang di Indosiar pada tahun 2000. Sejak saat itu, Conan menjadi salah satu karakter anime yang sangat dikenal oleh penonton Indonesia.

Menariknya, semakin dewasa kita menonton ulang, semakin banyak hal yang terasa absurd.

Bagaimana mungkin sebuah kota bisa punya kasus kriminal sebanyak itu? Dan kenapa setiap Conan datang ke suatu tempat, hampir selalu ada kasus?

Tapi dulu, pertanyaan kita cuma satu: siapa pelakunya?

 

5. Gundam Wing

Nah, kalau kamu masih ingat anime yang satu ini, nostalgia kamu mungkin sudah masuk level berbeda.

Mobile Suit Gundam Wing pertama kali tayang di Jepang pada 1995 dan kemudian hadir di televisi Indonesia. Serial ini tercatat mulai ditayangkan oleh Indosiar pada 22 Juli 2001.

Berbeda dari anime robot yang sekadar mengandalkan pertarungan, Gundam Wing membawa cerita yang jauh lebih kompleks. Ada konflik politik, peperangan, koloni luar angkasa, organisasi militer, sampai lima pilot muda yang mengendalikan Gundam masing-masing.

Ada Wing Gundam milik Heero Yuy, Gundam Deathscythe milik Duo Maxwell, Gundam Heavyarms milik Trowa Barton, Gundam Sandrock milik Quatre Raberba Winner, dan Shenlong Gundam milik Chang Wufei.

Buat anak-anak yang menontonnya pada awal 2000-an, mungkin semua istilah politik dan konfliknya belum terlalu dipahami.

Yang penting waktu itu sederhana: Gundam-nya keren!

Ada yang punya pedang besar, ada yang bawa senjata berat, ada yang bisa berubah bentuk, dan semuanya punya desain yang berbeda. Nggak heran kalau Gundam Wing kemudian menjadi pintu masuk bagi banyak orang Indonesia untuk mengenal dunia Gundam.

Setelah dewasa, baru terasa kalau ceritanya ternyata jauh lebih serius dari yang kita kira. Gundam Wing membahas perang, kekuasaan, perdamaian, dan bagaimana keputusan manusia bisa membawa dampak besar bagi banyak orang.

 

Kalau Nostalgia Masih Jadi Bagian dari Keseharian

Meski sekarang sudah makin jauh dari masa-masa duduk di depan TV tiap Minggu pagi, ternyata banyak yang masih mengikuti anime atau franchise yang dulu menemani masa kecilnya. Ada yang tetap mengikuti seri terbarunya, ada juga yang kembali menikmati cerita lamanya karena rasa nostalgianya masih terasa.

Nostalgia itu juga nggak berhenti di layar. Buat sebagian orang, kecintaan pada anime justru berlanjut lewat koleksi merchandise dari judul atau karakter favorit. Mulai dari action figure, model kit, sampai berbagai aksesori yang bisa jadi cara sederhana untuk membawa kembali sedikit kenangan dari masa kecil.

Salah satunya lewat TORCH x Mobile Suit Gundam. Kolaborasi ini menghadirkan merchandise Gundam seperti tas, apparel, dan aksesori yang bisa digunakan sehari-hari. Jadi, meskipun sekarang sudah nggak duduk di depan TV setiap Minggu pagi, rasa suka pada Gundam tetap bisa dibawa ke mana-mana.

Back to blog

Leave a comment